Hei Web Programmer, Ini Cara Bikin Website yang SEO Friendly
Pada dasarnya, web programmer adalah job desc dari coding website.
Tapi ternyata, kini dengan semakin berkembangya jaman serta teknologi informasi
yang pesat banyak klien yang minta untuk menjadi admin dari SEO (search
engine optimization). Namun muncul permasalah baru, yakni banyak web
programmer yang tidak begitu paham tentang SEO dan tidak tahu fitur apa yang
harus dibuat agar website tersebut SEO friendly .
Jika website Anda dibangun pakai WordPress (atau CMS open-source terkenal
lainnya), sudah banyak plugin yang siap pakai untuk urusan SEO, misalnya YOAST.
Tapi bagi anda web programmer yang idealis dan lebih senang membuat CMS versi
Anda sendiri, ini akan menjadi masalah.
Nah, artikel ini
sengaja kami buat bagi para web programmer yang bingung cara bikin website yang
Google friendly. Berikut pembahasan lengkapnya:
1. Pastikan setiap
halaman dilengkapi dengan fitur meta tag
Artinya, di CMS harus ada field meta tag di setiap halaman, mulai dari
Home, halaman Kategori, halaman Produk, halaman News/ Berita, dan lain-lain.
Meta tag yang harus ada adalah meta title dan meta description, sedangkan untuk
meta keyword boleh diabaikan karena Google sudah tidak memperdulikan meta
keyword.
2. Pastikan editor
CMS sudah mendukung fungsi heading dan UBI
Hampir semua text
editor WYSIWIG saat ini sudah mendukung fungsi heading, tapi hanya untuk
memastikan saja supaya Anda tidak lupa. Heading yang harusnya anda sediakan adalah
H1, H2, dan H3. H1 biasanya dipakai untuk judul utama, H2 untuk sub-judul, dan
H3 untuk judul di body artikel.
UBI (underlined,
bold, italic) juga diperlukan, tapi sama seperti heading, harusnya WYSIWIG
editor saat ini sudah dilengkapi fitur tersebut.
3. Pastikan struktur
URL Website rapi dan teratur
Seringkali terjadian
terutama untuk website e-commerce (online shop), dimana URL halaman produk
seringkali berantakan seperti ini:
http://www.yourwebsite.com/index.php?route=product/product&product_id=52
URL harus dibuat serapi
mungkin, dan terstruktur, jelas hirarki-nya, contohnya seperti ini:
http://www.yourwebsite.com/product/nama-product-kodeproduct
4. Kecepatan loading
Kecepatan loading
menurut Google. Beruntung, Google menyediakan tool (gratis) yang bisa digunakan
untuk mengecek hasil speed loading website Anda, beserta rekomendasi teknis
apa-apa saja yang harus dilakukan agar loading bisa lebih cepat.
Ini alamat tool nya:
https://developers.google.com/speed/pagespeed/insights/
Anda hanya perlu memasukkan
URL website yang hendak di-test, nanti akan keluar angka penilaiannya. Idealnya
adalah minimal mencapai score 70/100.
5. Berikan ruang
untuk text
Terlalu banyak
website yang terlalu memperhatikan keindahan dan estetika (banyak gambar dan
foto), tapi sebenarnya di sisi lain berdampak buruk terhadap SEO-nya. Ya,
seringkali kaidah design “bentrok” dengan kaidah SEO.
Contoh paling umum
adalah, di halaman HOME hanya diisi dengan gambar dan foto, hampir tidak ada
text/ tulisan sama sekali. Kalaupun ada, biasanya hanya sedikit.
Salah satu contoh website dengan
design minimalis tapi tidak SEO friendly, dimana halaman HOME hampir tidak ada
text.
Tetapi tahukah Anda,
dari sisi SEO, halaman HOME itu sangat penting diisi dengan text yang
informatif dan deskriptif. Mengapa? Karena crawler Google tidak bisa membaca
gambar dan foto, dia hanya bisa baca text! Jadi, kalau HOME isinya hanya gambar
dan foto, si crawler ini akan bingung, website Anda ini tentang apa sih
topiknya?
Sebagai web
programmer, pastikan halaman HOME website yang Anda buat memiliki ruang untuk
text (misalnya ucapan selamat datang, intro, dan sejenisnya). Dan jangan lupa,
pastikan CMS/ halaman admin ada fitur yang bisa merubah-rubah text tersebut.
6. Fungsi Alt Text
pada gambar
Karena crawler
Google sulit membaca dan memahami gambar dan foto, maka setiap file image harus
bisa diberikan fungsi Alt Text melalui editor di CMS. Pastikan fitur ini
tersedia, sehingga setiap kali si user menambahkan gambar-gambar baru, user
tersebut bisa mengetikkan sendiri Alt Text yang diinginkan.
7. Submit sitemap
XML
Mungkin Anda sudah
sering melihat halaman sitemap (peta situs) pada sebuah website. Nah, sitemap
XML ini juga kurang lebih sama, berisi daftar halaman yang terdapat pada sebuah
website, tapi lebih ditujukan kepada si crawler Google (dalam bentuk file XML).
Tujuannya apa? Agar
memudahkan Google “menyantap” setiap halaman yang ada, memahami sturktur
hirarki halamannya, dan memahami keseluruhan isi website tersebut. Jadi,
pastikan Anda sudah submit sitemap XML tersebut jika ingin SEO-nya lebih
optimal.
8. Lakukan canonical
URL
Seringkali, satu
halaman yang sama memiliki URL yang berbeda-beda. Misal, halaman HOME:
http://websiteanda.com
http://www.websiteanda.com
http://www.websiteanda.com/index
http://www.websiteanda.com
http://www.websiteanda.com/index
Nah, itu semua di
mata Google adalah 3 halaman yang berbeda, walau bagi visitor terlihat sama
saja. Karena isinya sama, sedangkan URL nya beda, maka bisa menimbulkan isu
duplicate content.
Untuk itu, perlu
di-define dan ditetapkan URL mana yang akan dijadikan acuan. Setelah
menetapkannya, maka web programmer perlu memberitahu crawler Google bahwa URL
tersebutlah yang dijadikan patokan. Caranya bagaimana? Yaitu dengan melakukan
canonical URL. Detail teknisnya tentu cukup panjang kalau dibahas di sini, bisa
Anda googling sendiri. Salah satunya bisa dibaca di sini:
https://support.google.com/webmasters/answer/139066?hl=en
9. Direkomendasikan
pakai HTTPS
Salah satu faktor
ranking Google adalah security (keamanan) dari sebuah website, dan salah satu
parameternya adalah penggunaan protokol HTTPS. Sarankan klien Anda menggunakan
HTTPS karena hal ini bisa membuat website-nya terlihat lebih aman, sehingga
dapat membantu SEO website tersebut.
10. Pasang Google
Search Console
Tampilan Dashboard Google Search
Console (GSC)
Yang terakhir, jangan lupa pasang tool Google Search Console (GSC),
atau yang dulunya disebut juga dengan Google Webmaster Tools. Tool apakah ini?
Ibarat dokter, GSC
adalah stetoskop-nya. GSC akan memberitahu kondisi “kesehatan” website Anda
dari sisi SEO, seperti status crawling dan indexing, apakah terkena penalty
Google atau tidak, backlink yang mengarah ke website Anda, dan sebagainya.
Nah kira-kira itu
adalah 10 fitur yang harus Anda buat untuk website klien Anda jika mereka
meminta sebuah website yang Google friendly. 10 fitur tersebut juga bisa
menjadi nilai jual, Anda bisa bilang ke klien bahwa setiap website yang Anda
buat telah dilengkapi berbagai fitur SEO.
Tetapi harap ingat, jangan lupa jelaskan ke klien (semacam disclaimer)
bahwa 10 fitur SEO tersebut tidak serta merta membuat website-nya PASTI
langsung ranking (tidak ada yang pasti di SEO). Sifatnya hanya memperbesar
peluang, bukan menjamin 100%. Di luar 10 fitur tersebut, masih ada faktor
lainnya seperti melakukan link building (off-page SEO) yang perlu
dilakukan secara berkala dan terus menerus.
Jika memang serius untuk terjun ke bisnis online, menggunakan jasa
SEO profesional sangat direkomendasikan dalam memaintain segala urusan SEO
website klien Anda. Semoga bermanfaat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar